Rekomendasi K-Show Terbaik *

Dunia emang lagi gandrung apa pun yang berbau Korea. Pokoknya Korean wave lagi menghantam berbagai kebudayaan di dunia. Keren sih, karena yang saya pernah dengar, untuk sampai seperti sekarang sekiranya Korea udah menyiapkannya alias merencanakannya sejak sekitar 30 tahun yang lalu.

Kalau diingat-ingat sejak awal munculnya drama Korea di Indonesia yang paling ngehits ya “Endless Love”. Dari segi sinematrografi mungkin belum sebaik sekarang, tapi dari segi cerita memang berbeda, sampai-sampai mungkin ada beberapa judul drama yang pemain utama sakit keras. Terus diikuti sama sinetron kita.

Dulu makanan Korea gak terlalu diperkenalkan di filmnya. Musiknya juga belum terkenal sampai yang saya tau mulai muncul Suju, atau yang lebih dulu apa ya namanya, lupa hehe.

Oke, selain Running Man, 2 day 1 night, terus apa lagi lah *maklum jarang nonton korean show selain Running Man* ada beberapa K-show yang sering saya tonton belakangan ini. Yang rekomended banget menurut saya, karena selain menghibur ada unsur edukasinya. gak percaya? mangkanya nonton hehe

  1. The Return of Superman

Sebagian besar mungkin udah tau dan sering nonton acara ini. Pasti sudah hafal sama Song Triplet bersaudara yang menggemaskan itu, sama saudara kembar Seo Jun dan Seo Eon, Daebak, dan lain-lain.

Saya juga sudah ngikutin mereka dari mereka *terutama Seo Jun dan Seo Eon* masih orok, sekarang udah mau 4 tahun lagi.  Bikin gemas pokoknya kelakuan mereka.

Kenapa acara ini sangat direkomendasikan? Karena kita yang menonton bisa diajarik parenting sama bapak-bapak mereka, yang kudu ngasuh 48 jam anak mereka sedangkan Ibu-ibunya pergi. Secara gak langsung juga kita jadi memahami perasaan ayah. Lalu ngebayangin suami ideal nanti hehe.

Biasanya kalau di Indonesia bisa ditonton setiap hari Sabtu/ Ahad.

2. Song Ji Ho’s Beauty View

Kalau yang ini karena aye perempuan ya, ngerekomendasiin karena dari acara ini skill dandan nambah. Karena awalnya blank banget soal make-up. Sampai sekarang sih haha.

Sebenernya agak kontradiksi ya sama make-up ala Korea, apalagi warna kulit kita yang sawo matang *kita? iya gue aja!*. Make up ala Korea gak sesuai banget, karena hasilnya malah bikin jadi topeng.

Tapi seenggaknya kalau saya jadi tau kalau teknik make-up buat yang jenis kulitnya berminyak gimana, skin care yang baik gimana, milih warna yang tepat gimana.

masih ada ilmunya lah hehe. Tapi acara ini season 1 nya udah tamat, cuma ada 10 episode.

3. Men in Black Box

Kalau yang ini gak nemu link yotubenya hehe, maafkan.

Pokoknya di acara ini ngereview rekaman-rekaman dari black boxnya kendaraan. Mengenai berkendaraan di jalanan Korea Selatan.

wah kalau difikir sih, kamera pemantau di kendaraan perlu banget sih. Cuma sih kalau di Indonesia belum cocok aja, karena budgetnya pasti gede, terus kemungkinan malah kameranya dicuri juga gede. Hehe

Pokoknya berkendaralah dengan hati-hati biar selamat.

 

Sekian, pas ngetik yang kepikiran cuma tiga, tapi keknya masih ada lagi deh.

 

Ceritasendiri #3 : Malam

IMG_11091568241179

Dibanding facebook sekarang saya lebih aktif update akun instagram. Mungkin kalau bisa berdeb lapak facebook saya sudah jamuran. Awalnya saya mulai menjauhi akun facebook karena ada seseorang yang bikin saya takut, lalu alasan selanjutnya facebook sekarang sudah bukan yang dulu lagi. Saya suka tenggelam dengan berita-berita negatif yang disebar di facebook, padahal itu tak penting buat saya. Dasar kepo.

Kemudian ketika pindah lebih aktif di instagram, alasannya karena di sini lebih utamanya adalah gambar atau foto, sehingga lebih nyeni dan gahul, berita negatif bisa lebih disaring. Eh ternyata nasibnya sama saja dengan facebook, yang dikotori oleh manusia-manusia kurang kerjaan yang terkutuk (jahat bener terkutuk).

Ada aja berita yang bikin migrain dan hopeless.

Apalagi soal politik yang makin runyam. Padahal masalahnya bukan soal politik, nah si politik golongan jahat ini nih yang suka nebeng gratisan.

sampai kemarin nemu berita tentang akun facebook dek Afi yang katanya di blokir sesaat. Padahal saya gak tau siapa dek Afi ini, terus kenapa sampe di blokir. Yang kemudian mengingatkan akun youtube saya yang juga pernah diblokir sesaat gegara hal yang saya gak tau. Ujug-ujug diblokir kemudian ujug-ujug gak diblokir lagi sama youtubenya. Kan bengong.

Eh ternyata tadi nemu nih akun dek Afi di facebook. Hal ini karena berkat rasa kepo saya yang kuat, setelah rasa ingin tahu siapa dek Afi diperkuat oleh postingan seseorang yang saya hormati di laman facebook, padahal niat itu hampir sudah padam. Saha sih dek Afi?

Tadam.

Saya akui dek Afi ini kritis. Dia gak bisa dibatasi untuk berpendapat. Hanya saja…..hanya saja….

Buat pendukung dek Afi jangan marah ya, saya sekilas lalu menilai dek Afi ini remaja baru gede dengan penuh semangatnya berpendapat dan menggebu-gebu, tapi kemudian semangatnya itu bisa saja redam dan meredup. Lagi semangat. Mudah-mudahan salah ya. Apa atuh saya mah, cuma debu damri yang nempel di badan bus damri.

Hm, suatu hari seorang adik bertanya kepada saya, “Kenapa kamu muslim?” a.k.a ” Kenapa kamu Islam?”

Uhuk. Saya berusaha mencari jawaban yang seenggaknya tidak bikin saya terdengar bego dan punya ilmu agama yang dangkal. Padahal mah emang betul.

” Pertama, karena ortu saya muslim. Ya tentu saya juga muslim.”

Ya, agama kita awalnya memang berdasarkan agama orang tua kita. Tapi jangan salah, saya fikir ini bukan warisan. Karena bukan barang yang bisa habis dan hilang, serta punya nilai alias bisa dihitung.

Kemudian saya jadi mikir panjang, iya ya kenapa saya muslim, minimal kenapa saya masih muslim. Karena banyak sekali yang terlahir Islam kemudian ketika dewasa berpindah keyakinan. Kenapa saya masih bertahan dengan keislaman saya walau ilmu keislaman saya cukup dangkal dan masih punya jangka waktu yang panjang untuk bisa diperdalam.

Pernah bertanya-tanya, Allah emang ada gitu? *istighfar

Oleh karena itulah manusia diberi akal fikir agar bisa berfikir dan mencari. Toh tugas manusia juga untuk mencari, salah satunya mencari kebenaran dan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan kehidupannya.

dan dek Afi ini juga termasuk yang berfikir. Oleh karena itu saya berdoa agar dihindarkan dari pikiran-pikiran yang buruk dan salah. Hm, menyimpang mungkin maksud saya.

Oh maksudnya pikiran dek Afi itu menyimpang?

Aku tidak tahu, tapi berdasarkan yang pernah sebagian besar muslim pelajari memang menyimpang. Karena terlalu bebas dan percaya diri (?), percaya diri perlu kali nek.

Ah entahlah.

Yang jelas, saya yakin agama saya bukan warisan, saya memilih untuk bertahan karena saya yakin agama saya benar. Bukan nilainya yang benar atau salah, tapi yang disembahnya. Karena setiap agama mempunyai nilai ajaran kebaikan. Siapa yang punya kunci yang kita ikuti, itu baru benar. Kalau salah ngikutin yang gak punya kunci itu yang salah. Naon deuih iyeu teh, perumpamaan yang aneh.

Saya merasa tenang karena keislaman saya. Saya merasa kuat dengan bergantung pada Allah dengan keislaman saya. Maka dari itu ketika suatu hari saya pernah membicarakan agama lain di dalam kereta, saya kemudian sadar bahwa kami salah, salah membicarakannya di depan umum. Kemudian takut diuji Allah dengan keimanan kami saya yang bisa saja dibuat goyah.

Dan yang jelas tak pernah dalam hidup saya melihat, melakukan, dan terlibat dalam kegiatan memaksa orang untuk memeluk agama yang saya anut. Paling maksimal hanya mendoakan.

Dan iman itu naik-turun, hati itu bisa terbolak-balik, karena itu saya berdoa agar bisa selalu dalam keimanan saya ini.

Aamiin.

Cerita Sendiri : Sore #2

IMG_11497355020960

Kata pepatah ‘Rumput tetangga lebih hijau dari pada rumput sendiri’

Beberapa hari lalu saya menghadiri walimahan seorang teman, bukan sembarang teman karena jujur dia termasuk yang saya kagumi. Cantik, pintar, dari keluarga yang pendidikannya bagus, cukup berada karena pekerjaan sang ayah yang prestisius, katanya banyak laki-laki yang mengantri pingin jadi suaminya. Mungkin kalau saya laki-laki, pun menyukainya.

Pokoknya saya memandang dia itu wahhh banget, kalau cerita bersama teman-teman pun pasti membicarakan kehebatan dia, padahal dianya tidak keknya tidak merasa. Lalu baru sadar bahwa diri ini layaknya kurcaci, layaknya remehan rangginang di kaleng khong guan, layaknya debu damri yang nempel di dinding bis damri.

Ya Allah

Bahkan diri sendiri mengerdilkan dirinya sendiri. Padahal katanya tidak suka dibanding-bandingkan dengan anak tetangga atau bahkan kakak sendiri.

Krisis kepercayaan diri.

Rekomendasi Drakor: Radiant Office (Tamat)

fileradiant_office

Alhamdulillah tamat juga dramanya dengan selamat hehe.

Drama ini pernah saya rekomendasikan di postingan sebelumnya. Drama Radiant office yang pekan ini mengakhiri episode terakhirnya di epsode 16. Saya katakan dengan selamat karena akhir cerita lumayan bagus, tidak membuat kecewa seperti drama korea “Reply 1988” yang menurut saya seperti terburu-buru diakhiri padahal masih banyak yang ingin diceritakan, juga drama IU yang terakhir “Scarlet Heart Ryo” yang malah bikin males di episode-episode terakhir.

Plot cerita.

Eun Ho Won (Go Ah Sung) 28 Tahun merupakan seorang pencari kerja yang sudah melamar sebanyak 99 kali namun tidak ada satu pun lamarannya yang berhasil. Ia bercita-cita bekerja di sebuah perusahaan produsen makanan. Di usahanya yang ke 100 dia tidak beruntung di wawancaranya karena ada salah satu pewawancara yang membuatnya sulit. Hingga pada akhirnya dia gagal lagi di lamarannya yang ke-100 ini.

Dia sangat frustasi dan lelah menjadi pegawai paruh waktu, tanpa sengaja karena mabuk di jatuh ke sungai Han sampai hampir kehilangan nyawa. Dan terbangun sudah berada di rumah sakit. Tanpa di duga da bertemu dengan dua orang pasien lagi yang mempunyai kasus percobaan bunuh diri. Mereka mendengar kalau diantara mereka bertiga salah satunya mempunyai penyakit yang mematikan dan berumur tidak lebih 6 bulan lagi.

Hingga taqdirullah mereka bertiga melamar di perusahaan yang sama bernama Haulin, sebuah perusahaan furniture. Di sana En Ho Won bertemu lagi dengan pewawancara yang pernah ia temui sebelumnya, bernama Seo Woo Jin (Ha Suk Jin), yang pindah ke Haulin gara-gara dia menentang adanya koneksi dalam sebuah perusahaan. Dan dibuat sulit lagilah En Ho Won.

Tanpa dinyana, mereka bertiga diterima di perusahaan tersebut sebagai pegawai kontrak dengan masa percobaan 3 bulan. Ternyata masuknya mereka bertiga ini ada andil dari dokter yang membantu mereka di rumah sakit yang ternyata adalah anak pemilik perusahaan.

Diantara mereka bertiga, Eun Ho Won, Do Ki Taek (Lee Dong Hwi , Reply 1988), Jang Kang Ho (Hoya , Reply 1997, personel Infinite), mereka bertiga mempunyai keyakinan kalau Ho Won yang menderita sakit mematikan. Jadi mereka saling membantu sama satu lain dalam kesulitan di kantornya.

Seperti perusahaan pada umumnya, birokrasi Haulin busuk, banyak sekali Nepotisme yang terjadi. Eun Ho Won yang merasa usianya tinggal 6 bulan, menjadi sangat berani melawan semua tantangan di perusahaan tersebut. Beberapa kali dia melakukan kesalahan dan dikeluarkan, tapi masuk lagi, masuk lagi.

Hingga akhirnya dia dekat dengan Seo Woo Jin sebagai atasannya di tim marketing Haulin.

Opini.

Awal-awal cerita begitu bikin greget, karena kebayang kalau punya sisa umur tinggal 6 bulan apa yang harus dilakukan. Pokoknya bikin mikir gitu sih. Sakit atau enggak sebenarnya umur siapa yang tau kan. Apalagi sama-sama lagi cari kerja huhu.

Di episode menuju akhir flownya lambat, terus buatku sih ketebak nantinya gimana. Kayak Eun Ho Won yang akhirnya jadian sama Seo Woo Jin hehe. Tapi interaksi mereka gak berlebihan kayak di drama korea lain yang bikin astagfirullah. jadi inti dari dramanya gak keluar batas, yaitu tentang perkantoran, pencari kerja, dan pekerja keras.

Hm, rekomendasi sekalilah drama ini. Hayati sudah lelah sama emosi berlebihan di drama korea, yang kebanyakan malah bikin giung kek drama ” DOS ” hehe. Selamat menonton.

 

Cerita Sendiri: Sore #2

buku.png

Ngomongin tentang Passion, bagi orang yang realitstis mungkin punya pendapat yang sedikit sinis bagi para pengejar passion. Karena memang benar kalau gak semua orang sadar apa passionnya, gak semua orang bisa mengelola passionnya menjadi sebuah kemanfaatan bagi dirinya dan keluarganya, alias mari disini kita ngomongin penghasilan.

Mau ngasih makan apa sama keluarga, lu ngejar passion lo padahal keuangan lo morat-marit. Sombong gak mau nyari duit dengan cara normal, seenggaknya dapur ngebul.

Yang mengejar passion memang idealis. Siapa yang tidak setuju?

Mengejar sampai capek. Padahal untuk passion aja kita *saya* gak mau berkorban lebih.

Pokoknya mengejar passion jangan sampai keluar dari batas wajib kamu sebagai manusia bertuhan.

Lagi-lagi mengenai tujuan.

Bagi saya passion entah apa itu, yang saya tahu saya mengerjakannya, kemudian membuat saya bahagia. Lalu berusaha membuat orang sekitar bahagia juga dengan pilihan saya itu.

Cerita Sendiri: Sore #1

nature-928421_1280

Saya kira setiap hukum alam akan selalu sama berlakunya pada setiap manusia.

Harus punya tujuan, harus selalu bersemangat, harus ini, harus itu…

Ya itu memang benar.

Sampai pada titik, bahwa kehidupan manusia tidak ada yang sama satu-sama lain.

Apakah tak apa jika belum punya tujuan?

Karena sesungguhnya, tujuan utama manusia itu hanya pada Tuhannya. Tujuan manusia diciptakan itu untuk beribadah.

 

Stop Multitasking!

Screenshot_2014-11-07-15-53-34

Teman saya pernah bilang kalau saya ini segala bisa, Alhamdulillah kalau benar. Karena sesungguhnya saya strugle banget sama masalah ini.

Saya tipe orang yang ingin segala bisa, dan Alhamdulillah tangan saya cukup cekatan. jadi kalau masalah perkerjaan yang pakai kecekatan tangan saya cukup bisa diandalkan. Keinginan pun jadinya macam-macam. Apalagi kalau sudah bisa melakukan banyak hal dalam satu waktu. Bangga? dulu iya, sekarang malah saya jadi bingung.

Kalau kata Ibu saya sekali lagi ” Ngarawu ku siku”, alias pengen mengganggam segalanya pakai sikut, hasilnya ya gak satu pun yang tergenggam.

Begitu juga keahlian, saya ingin ini-itu, tak fokus pada satu atau dua hal. Jadinya keahlian saya tidak sampai level expert.

Padahal ya kalau dipikir-pikir, sahabat dan alim ulama jaman dulu punya keahlian di berbagai bidang. Selain ahli agama, bisa jadi ahli matematika, selain itu ahli filsafat, kedokteran sekaligus. apa rahasianya?

Beda di ketaatan dan kegigihan kali ya. Hehe

Yang jelas ternyata multitasking saya gak bagus, malah bikin kepala saya loncat-loncat tak menentu. apa kalian merasakannya juga?

Hm.